0 Items

Deteksi Dini Scoliosis pada Anak

Scoliosis merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya. Oleh karena itu disebut Idiophatic Scoliosis. Menurut survey Scoliosis pada Anak memang ada sebagian faktor keturunan, bawaan lahir, tetapi sebagian besar tidak diketahui sebab musababnya.

Scoliosis secara statistic yang dilakukan Asosiasi Orthopedic Amerika, terdapat 2,5% -3% dari total populasi merupakan pasien Scoliosis. Saya yakin secara statistic juga sama di Negara-negara lainnya. Jumlah yang sangat besar dengan pengetahuan akan deteksi dini yang sangat minim

Padahal bila pengetahuan akan deteksi dini Scoliosis pada Anak semakin cepat dan baik dilakukan, maka akan sangat-sangat menghindarkan anak tersebut dari kecacatan atau perubahan bentuk tulang belakang dan rusuk yang parah. Serta menghindarkan dari biaya2 pengobatan yang sangat besar tentunya.

Semakin dini terdeteksi, semakin mudah koreksi tulang yang dilakukan, semakin cepat pemulihan fungsi syaraf, otot dan semakin baik tumbuh kembangnya seorang anak.

Definisi dari Scoliosis adalah terdapat kebengkokan pada tulang belakang (dari tampak belakang) lebih dari 10 derajat Cobb’s Angle.  Bisa terdapat satu kurva, dua atau tiga kurva. Bisa juga terdapat Hyper kyphosis atau bongkok parah.

scol1

 

Umur dini deteksi scoliosis bisa dimulai dari umur 3-4 tahun. Bisa dengan pemeriksaan fisik ataupun pemeriksaan medis menggunakan Rotgen / X-Ray.

Yang saya ingin share di sini adalah bagaimana pemeriksaan fisik yang mudah sehingga para orang tua bisa dengan mudah mendeteksi ada tidaknya scoliosis pada anak Anda.

Yang pertama, Pengamatan Fisik perhatikan level ketinggian sisi kiri dan kanan pundak dan pinggang Anak Anda dengan posisi berdiri tegak. Bila terdapat salah satu sisi Pundak atau bahu anak lebih tinggi disertai pinggang/pinggul salah satu sisi juga lebih tinggi maka Anak Anda kemungkinan besar scoliosis.

Scoliosis pada Anak

(Gambar scoliosis)

 

Yang kedua, Pemeriksaan Adam Test. Pemeriksaan ini sangat mudah, posisi berdiri tegak dengan kaki terbuka selebar pinggang, kemudian membungkuk ke depan, dengan tangan dilepaskan bebas ke bawah.

Maka Orang tua harus mengamati dari belakang punggung Anak anda, apakah terdapat satu sisi yang lebih tinggi / pendek dari sisi lainnya?

Bila jawabannya iya, maka Anak Anda positif Scoliosis.

ribsdeformity

 

adam

(Adam Test)

Yang ketiga, Pemeriksaan Rontgen. Untuk pemeriksaan ini, dikerjakan bila mendapati kedua test di atas positif.  Anda bisa meminta rujukan dokter untuk memfoto rontgen pada bagian Thoraco Lumbar AP (Anterior Posterior).  Bila terdapat kelengkungan pada tulang belakang lebih dari 10 derajat Cobb’s angle maka Anak Anda positif dan secepatnya dilakukan terapi untuk pengontrolan perkembangan derajat dan pemulihannya.

Kebanyakan penderita scoliosis apalagi dalam umur remaja tidak mempunyai gangguan atau keluhan apapun, sampai mungkin  saudaranya, temannya memberitahu dia, “kenapa punggung kamu lebih menonjol sebelah?” Atau ketika fitting baju baru tersadar ada yg tidak normal dengan postur tubuhnya.

Dan seringkali pasien datang ke saya ketika mereka telah memiliki 60, 70, 90 derajat dengan kondisi tulang rusuk yg cacat atau berubah bentuk dan keluhan sesak, nyeri, pegal dll.

Kebanyakan orang tiba-tiba kaget, sedih dan bingung kenapa tiba-tiba anaknya demikian. Padahal semua ini punya proses, bukan tiba-tiba. Tetapi karena kurangnya pengetahuan deteksi dini scoliosis dan pada usia remaja hormon pertumbuhan bekerja dengan intens (mulai mens ataupun haid, pada laki-laki pecah suara menjadi berat) menyebabkan percepatan kebengkokan scoliosis menjadi seperti tiba-tiba munculnya. (Baca Rehab Scoliosis)

Oleh karena itu penting orangtua, guru, pendamping anak mengerti tumbuh kembang anak dan dapat melakukan deteksi dini pada anak.

Saya harap ketika Saudara membaca artikel ini, Saudara punya pengetahuan yang berharga yang bisa membantu Saudara dan juga orang yang Anda temui utk Deteksi Dini Scoliosis.

 

 

 

WhatsApp us
X