0 Items

Skoliosis Idiopatik adalah gangguan tiga dimensi tulangbelakang yang tediri dari kelainan bentuk kurva yang bengkok kesamping dan rotasi tulangbelakang. Skoliosis berkembang sejak usia pra remaja dan remaja yang terjadi pada 2-4 persen polulasi manusia. Idiopatik yang berarti belum diketahui secara pasti penyebabnya menjelaskan bahwa skoliosis jenis ini memiliki berbagai riwayat penelitian yang menghasilkan berbagai teori mengenai hubungan sebab akibat antara berbagai hal mengenai proses terjadinya skoliosis.

Gejala-gejala yang dapat muncul pada penderita skoliosis meliputi antaralain keluhan bentuk tulang belakang berupa salah satu pinggul menonjol, condong kesatu sisi tubuh, bahu yang lebih tinggi, panjang kaki tidak seimbang, keluhan nyeri punggung, sesak nafas, pusing, nyeri kepala dan lain-lain.

Skoliosis idiopatik tidak hanya menimbulkan deformitas atau kelainan bentuk pada tulang belakang tetapi juga melibatkan gangguan pada sistem okulomotor dan keseimbangan postur tubuh. Sistem okulomotor dan sistem keseimbangan berperan sangat penting terhadap proses pergerakan dan aktivitas tubuh manusia dimana proses ini melibatkan berbagai kerja yang kompleks antara visual, persepsi posisi tubuh, pusat kesimbangan didalam telinga (vestibular), sistem saraf di otak dan gerakan motorik. Mekanisme yang kompleks ini melibatkan sistem saraf pusat diotak yang menerima dan mengolah semua sensor yang ada baik itu sensor nyeri, postur tubuh, visual, bunyi dan sebagainya akan diterjemahkan oleh otak kita, apabila terjadi salah persepsi sensor  disaat ada gangguan pada tahapan tertentu maka secara otomatis otak mengalami sinyal-sinyal abnormal yang akan menimbulkan keluhan pada penderita soliosis.

Keluhan yang dapat muncul pada penderita skoliosis selain bentuk tulangbelakang adalah sensasi nyeri kepala, migrain, vertigo, dan lain-lain. Keluhan vertigo adalah sensasi ilusi objek sekitar bergerak yang muncul akibat letak gangguan ada pada bagian sistem vestibular ditelinga yang mengatur keseimbangan postur tubuh, sedangkan keluhan nyeri yang biasanya dapat muncul bersamaan dengan migrain adalah akibat gangguan sensor pada saraf trigeminal. Saraf trigeminal pada satu sisi wajah apabila terganggu sinyalnya maka akan menimbulkan sensasi nyeri kepala sebelah atau migrain.

Proses keja otak yang komplek berlaku dua arah yaitu bermula dari sensor panca indra menuju otak kemudian sebaliknya otak akan memproses dan memberi perintah kepada tubuh untuk bergerak atau bereaksi, dengan demikian keluhan pusing dan nyeri kepala akibat keterlibatan pada sistem keseimbangan ditelinga (vestibular) bisa juga dianggap sebagai penyebab munculnya skoliosis pada manusia. Sesuai studi kasus yang dilakukan oleh Uneri A, et al, yang menemukan adanya keluhan berupa migrain vestibulophaty yaitu keluhan migrain akibat kelaian pada sistem vestibular ditelinga.            

Selain keluhan nyeri kepala  migrain, keluhan nyeri kepala akibat kelaianan tulang belakang  juga dapat timbul pada pasien skoliosis, gangguan yang disebut dengan tension headache yaitu keluhan nyeri kepala akibat ketengangan otot-otot bagian bahu, leher, dan pundak. Apabila ketegangan otot terjadi pada salah satu sisi bagian leher maka sensasi nyeri dapat menyerupai keluhan yang sama seperti migrain.

WhatsApp us
X