0 Items

Skoliosis biasanya mulai terlihat pada usia sekolah dan remaja, dimana aktivitas anak mulai semakin banyak. Tentunya hal ini membuat orang tua seringkali khawatir apakah anak dengan skoliosis tetap boleh berolahraga, atau apa ada jenis olahraga tertentu yang justru dapat berisiko memperparah skoliosis yang ada.

Menurut guideline SOSORT mengenai aktivitas olahraga pada anak dengan skoliosis, memang tidak disebutkan bahwa olahraga merupakan terapi dari skoliosis. Namun aktivitas olahraga tetap direkomendasikan karena sangat baik bagi aspek psikologi, neuromuscular dan kesehatan umum pasien skoliosis. Apalagi jika pasien memiliki hobi berolahraga, menghentikan kegiatan tersebut justru dapat mempengaruhi psikis dan semangat mereka dan dapat berdampak negatif.

Olahraga yang secara umum harus dihindari pada pasien skoliosis antara lain yang sifatnya:

  • Mengkompresi Tulang Belakang

Kompresi normal terjadi saat pasien melangkah, melompat dan berlari. Namun aktivitas yang sifatnya high-impact dan repetitive memberi tekanan signifikan pada tulang belakang dan seiring waktu dapat memperparah skoliosis. Olahraga yang termasuk di antaranya: squatting, mengangkat beban melebihi kepala, olahraga yang sifatnya hard-landing seperti cheerleading dan gymnastic, lari jarak jauh, olahraga high impact seperti rugby, hockey, American football. Olahraga high impact dapat menyebabkan cedera benturan dengan kecepatan tinggi atau terjatuh saat pertandingan. Trauma yang terjadi dapat menyebabkan proses degenerative tulang semakin cepat pada pasien yang sudah memiliki skoliosis

  • Hiperekstensi tulang belakang bagian tengah

Menurut data pada atlit muda yang mengalami skoliosis, jumlah terbesar ada pada atlet tari, gymnastic serta pelaku yoga. Ekstensi tulang belakang bagian dada dengan cara back bending yang sering dilakukan, menyebabkan vertebra berotasi semakin besar ke arah skoliosis.  Oleh karena itu gerakan back bending harus dikurangi jika pasien masih melakukan jenis olahraga ini.

  • Membebani tulang belakang secara tidak seimbang

Olahraga satu sisi menyebabkan loading pada tulang belakang tidak seimbang, sehingga membuat otot di sisi yang kuat semakin kuat sehingga timbul rasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan rotasi tulang belakang semakin meningkat. Contohnya misalnya lempar lembing, tenis, golf, ski, mendayung, dan panahan. Olahraga yang sifatnya hanya menggunakan satu sisi tubuh membuat otot di sisi yang kuat semakin kuat sehingga timbul rasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan rotasi tulang belakang semakin meningkat.

Olahraga low-impact seperti berenang, bersepeda, hiking tanpa beban adalah contoh olahraga yang aman untuk dilakukan. Olahraga renang baik karena renang di air memberi daya apung yang membantu gerakan, latihan otot secara simetris yang mengaktifkan otot-otot tubuh, melatih posisi horizontal dan pernafasan.

Selain itu strength training dan stretching juga baik bagi pasien. Strength training pada otot punggung penting agar otot dapat menopang tulang belakang dengan lebih baik. Latihan kekuatan otot dilakukan bertahap dengan meningkatkan beban secara perlahan agar tidak ada stress berlebih pada tulang. Pasien tetap harus menghindari posisi squatting dan mengangkat beban melebihi kepala.

Stretching untuk melatih fleksibilitas penting untuk mengurangi ketegangan dan mengembalikan range of motion tulang belakang pasien. Tetapi pasien harus memperhatikan gerakan peregangan yang tidak aman untuk skoliosis seperti hiperekstensi dan rotasi yang ekstrem. Pada pasien yang melakukan yoga, lakukan posisi alternative yang menghindari posisi-posisi tersebut.

Namun latihan fisik terbaik bagi pasien skoliosis tentunya adalah latihan spesifik seperti Schroth exercise. Karena latihan ini membantu menyeimbangkan kekuatan otot pasien di sisi yang lemah dan juga memperbaiki postur tubuh pasien. Dengan melakukan Schroth secara rutin keluhan-keluhan seperti nyeri akan berkurang, dan tentunya tubuh pasien juga akan lebih siap dalam melakukan jenis olahraga lain.

Latihan Spesifik Schroth exercise

Kesimpulannya aktivitas fisik baik dilakukan pada pasien skoliosis, yang terpenting adalah memilih jenis olahraga yang diperbolehkan dan melakukannya dalam frekuensi yang aman bagi si pasien.

WhatsApp us
X