0 Items

Peran Orang Tua mendukung Anak Scoliosis berlatih Schroth Exercise

Kegiatan atau aktivitas anak ‘jaman now’ sudah berbeda dengan generasi-generasi terdahulu. Anak-anak sekarang semakin banyak menghabiskan waktu di dalam rumah bermain gadget, video game, online entertainment ataupun hiburan elektronik, dibandingkan aktivitas di luar rumah yang dinamis, penuh gerak, kena sinar matahari, bertenaga, berkeringat, dan mengolah seluruh tubuh kita.

Oleh karena itu seringkali anak-anak secara postur tubuh kurang baik, bungkuk, text neck, ‘sloughing’ – tidak tegap, lemah, malas beraktivitas atau mager (malas gerak) dan ini berpengaruh juga kepada psikologis anak tersebut yang cenderung punya daya juang yang lemah dan kemampuan sosial yang kurang baik.

Oleh karena itu saya mengajak semua orang tua, khususnya yang mempunyai anak Scoliosis untuk bisa mendorong Anaknya untuk melatih badannya, melatih jasmaninya, ini akan berdampak pula ke psikologis dan mentalitas Anak Anda.

Bagaimana Peran Anda sebagai Orang tua mendukung Anak Anda berlatih terutama Schorth Exercise? (Klik di sini: Apa itu Schroth Exercise?)

  1. Meluangkan waktu untuk beraktivitas olah raga bersama ataupun berlatih Schroth bersama Anak, sebagai dukungan moril atau bila Anda juga mempunyai scoliosis. Dengan berlatih ataupun melakukan Aktivitas olah raga bersama ini akan membangun rasa ikatan batin atau bonding yang baik di orang tua dan anak.
  2. Mengingatkan Anak melakukan Schorth Exercise setiap hari minimal 30-40 menit Schroth Home Exercise. Yang dapat dipelajari di klinik kami. Dan bagi yang dekat dengan center kami, bisa melakukannya seminggu 1-2x dengan instruktur bersetifikat yang mengawasi beban latihan dan gerak yang benar setiap kali dilakukan.
  3. Mengikutkan Anaknya dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengolah jasmani, belajar menjadi team player, tetapi tetap berdampak baik kepada Scoliosis anaknya. Misalnya:
  • Martial Art atau bela diri, karena melatih kuda-kuda dan postur tubuh menjadi baik atau lordosis yang sehat.
  • Lari atau jogging, ini sangat baik apalagi jogging dengan menggunakan brace GBW sangat-sangat dianjurkan. Penelitian berkata dengan melakukan lari maka menguatkan paru-paru, jantung, serta massa tulang pada pasien scoliosis. Dan berlari menggunakan brace akan membuat biodinamik badan pada pasien scoliosis akan menjadi baik, karena pada pasien scoliosis, dia kesulitan melakukan gerakan pada sisi tertentu, maka dengan brace GBW, maka dia akan bisa melakukan pada bagian yang terbatas tersebut.
  • Wall climbing, tanpa beban dan bukan hiking ke gunung. Akan memanjangkan badan, menguatkan otot spine erector pada punggung anak Anda.
  • Berkuda, khusus olah raga ini, betul betul melatih pinggang Anda untuk menjadi lordosis dan kuat.
  • Berenang gaya bebas, bermain polo air dan sebagainya. Ini akan mengolah otot dan mobilisasi tulang dan sendi Anak Anda.
  • Jangan mengikutkan pada olah raga yang sifatnya satu sisi dominan, menekuk nekuk badan dan membawa beban berat. LIhat: Apa gerakan yang tidak diperbolehkan untuk pasien Scoliosis
  1. Menyiapkan gizi dan istirahat yang cukup

Pasien Scoliosis kekurangan Vitamin D3 dan K2. Dengan memberikan makanan makanan yang tinggi calcium dan mengandung vitamin D3 dan K2 maka massa tulang pasien Scoliosis menjadi baik dan tidak degenerative. Misalnya: ikan, telur, tempe, tahu, sayuran segar seperti brokoli, selada air, seledri, kacang almond, dan juga perlu terpapar sinar matahari pagi atau sore. Susu juga boleh untuk pasien-pasien underweight atau di bawah berat badan ideal. Bagi yang sudah ideal atau berlebih boleh mengkonsumsi susu low fat. Istirahat yang cukup, tidur malam paling lambat 10 malam.

Foto Anak – anak berlatih Schroth

Peran Orang Tua mendukung Anak Scoliosis berlatih Schroth Exercise

Peran Orang Tua mendukung Anak Scoliosis berlatih Schroth Exercise

Peran Orang Tua mendukung Anak Scoliosis berlatih Schroth Exercise

Peran Orang Tua mendukung Anak Scoliosis berlatih Schroth Exercise

Peran Orang Tua mendukung Anak Scoliosis berlatih Schroth Exercise

WhatsApp us
X