0 Items

Skoliosis dan kelainan Sindroma Marfan yang perlu Anda ketahui

Sekitar lebih dari 60% anak dengan sindroma Marfan memiliki kelainan skoliosis. Skoliosis pada Marfan mulai berkembang sebelum usia 10 tahun. Sebagian besar pasien Marfan yang memiliki skoliosis sebenarnya termasuk ringan, dengan kurva antara 15-25 derajat dan tidak membutuhkan tindakan khusus. Namun sekitar 20% pasien memiliki kurva yang besar dan membutuhkan penanganan lebih lanjut seperti dengan brace hingga operasi. Penambahan derajat kurva sering terjadi pada anak usia pertumbuhan dengan kurva >20 derajat atau pada orang dewasa dengan kurva >30-40 derajat.

Namun studi menunjukkan penggunaan brace pada pasien Marfan tidak seefektif pada pasien dengan skoliosis tipe idiopatik. Pada penelitian terhadap pasien Marfan antara usia 4-12 tahun dengan kurva rata-rata 29° yang menggunakan brace selama 21 jam per hari, didapatkan hasil koreksi inbrace yang baik pada 45% pasien, namun hanya 16% yang akhirnya sukses. Progresivitas yang terjadi sebesar 6-8° per tahun dengan hasil kurva akhir rata-rata 49°.

Tindakan bracing juga seringkali disulitkan dengan adanya kondisi tulang belakang bagian torakal yang membungkuk ke dalam atau flat (thoracic lordosis). Thoracic lordosis seringkali lebih menjadi masalah daripada scoliosis karena menurunkan fungsi paru sehingga pasien sering merasa sesak. Tetapi pada pasien dengan kurva di bawah 45 derajat penggunaan brace masih dapat dicoba.

Anda bisa juga membaca: Skoliosis dan Apa itu Sindroma Marfan?

4 Kelainan Skeletal Sindroma Marfan pada Anak Skoliosis :

Gejala yang paling jelas terlihat pada Sindroma Marfan dapat dilihat pada tulang dan persendian. Jaringan penyambung yang lemah menyebabkan tulang tumbuh lebih panjang dari normal dan jaringan ligament juga menjadi lebih longgar dan fleksibel. Karakteristik yang sering ditemui pada pasien dengan Sindroma Marfan.

  1. Tulang bertumbuh terlalu panjang:
  •  Lengan, kaki, jari tangan dan jari kaki bisa tumbuh sangat panjang dan kurus. Hal ini dapat diperiksa dengan:
  • Jangkauan lengan lebih besar daripada tinggi (panjang ujung jari ke ujung jari saat lengan terentang lebih panjang daripada tinggi)
  • Rasio bagian tubuh atas dibanding bawah jauh lebih kecil
  • Positive wrist sign (ibu jari dan kelingking saling overlapping saat satu tangan menggenggam pergelangan lainnya)
  • Langit-langit rongga mulut yang tinggi dan melengkung dengan gigi yang menumpuk
  • Socket panggul terlalu dalam, dalam jangka panjang berisiko terkena arthritis panggul lebih cepat.

Skoliosis dan Kelainan Sindroma Marfan yang Perlu Anda Ketahui

(The positive wrist sign for Marfan syndrome. When grasping the wrist of the opposite hand, the thumb and little finger overlap. Reproduced with permission from Shirley ED, Sponseller PD: Marfan syndrome. J Am Acad Orthop Surg 2009; 17: 572-581.)

  1. Kelainan Tulang Dada :
  • Tulang dada yang menonjol (pectus carinatum) atau disebut Dada Burung (Pigeon Breast)
  • Menjorok ke dalam (pectus excavatum). Pectus excavatum yang berat mungkin menyebabkan kesulitan pernafasan dan butuh tindakan operasi, sedangkan pectus carinatum biasanya lebih merupakan masalah kosmetik.
  1. Ligament yang terlalu longgar:
  • Low foot arch, sehingga terjadi flat feet (pes planus). Pasien sering mengalami flat feet karena ligament yang berfungsi untuk mensupport kelengkungan kaki tidak kuat. Tetapi masalah yang sering dirasakan pasien seperti nyeri kaki dan rasa lelah dapat ditangani dengan mudah melalui penggunaan insole.
  • Tulang belakang yang membengkok ke samping (scoliosis) atau ke depan (kyphosis)
  • Spondylolisthesis
  • Hipermobilitas pada lengan dan pergelangan
  • Dislokasi persendian seperti pada lutut, panggul, bahu, dll
  • Bunion

Skoliosis dan Kelainan Sindroma Marfan yang Perlu Anda Ketahui

Skoliosis dan Kelainan Sindroma Marfan yang Perlu Anda Ketahui

  1. Karakteristik skeletal lain: osteopenia (densitas tulang rendah). Pasien dengan sindroma Marfan juga memiliki resiko masalah pernafasan seperti nafas yang pendek, biasanya disebabkan kelainan bentuk tulang dada dan tulang belakang. Kolaps paru juga dapat terjadi pada Sindroma marfan.

Sindroma Marfan tidak dapat disembuhkan, namun kebanyakan gejalanya dapat ditangani dan dengan penanganan medis yang baik pasien dengan Sindroma Marfan dapat hidup dengan normal. Anda bisa membaca juga: Skoliosis dan Apa itu Sindroma Marfan?

WhatsApp us
X