0 Items

Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya: Skoliosis dan Hubungannya dengan Kehamilan, sebagian besar pasien skoliosis tidak akan mengalami masalah dalam kehamilan. Berbagai keluhan yang dialami saat hamil seperti nyeri, tidak nyaman, sulit saat berjalan atau tidur biasanya tidak mempengaruhi proses persalinan.

Untuk mencegah komplikasi, ibu hamil tentunya harus mengkonsultasikan ke dokter terlebih dahulu, apalagi jika skoliosis berat. Banyak dokter kebidanan (ob/gyns) yang belum familiar dengan permasalahan skoliosis, oleh karena itu sangat penting memberitahukan situasi Anda sedini mungkin, agar dokter yang menangani kehamilan antinya memiliki waktu yang cukup untuk melakukan berbagai persiapan untuk Anda.

Persiapan fisik yang baik sangat mempengaruhi outcome selama masa hamil dan proses melahirkan. Latihan stretching / peregangan dapat mengurangi nyeri pinggang, dan latihan strengthening / penguatan dapat mensupport proses melahirkan dan menjaga posisi bayi. Karena itu terapi untuk retraining otot dan asupan nutrisi yang benar akan sangat membantu kehamilan berjalan lebih mudah.

Pertanyaan berikutnya adalah tentang proses persalinan. Sebagian besar pasien skoliosis dapat melahirkan secara normal dengan aman, prosesnya pun tidak berbeda dengan pasien normal kecuali pada kondisi tertentu seperti:

  • Kurva besar di bagian lumbar yang menyebabkan panggul memutar sedemikian rupa dapat menyebabkan malposisi bayi, pada kondisi ini dokter/bidan harus menyadari resiko sejak sebelum persalinan dimulai.
  • Wanita yang staminanya lemah akibat skoliosis dapat memiliki kesulitan mengejan saat proses kelahiran.

Namun jika pasien harus menjalani operasi Caesar, dokter anestesi mungkin akan mengalami kesulitan melakukan pembiusan secara epidural akibat rotasi tulang belakang sehingga kondisi ini harus diinformasikan terlebih dahulu. Epidural tidak dapat dilakukan pada pasien yang pernah melakukan operasi fusi tulang belakang, terutama jika lokasi fusi spinal di segmen bawah. Sehingga jika diharuskan operasi maka digunakan pembiusan total.

Setelah melahirkan, pasien juga harus memperhatikan cara menggendong bayi. Karena menggendong bayi pada satu sisi saja dapat memperburuk kurva skoliosis dan postur tubuh sang ibu. Masalah ini dapat dikurangi dengan penggunaan gendongan bayi untuk membantu menyeimbangkan berat bayi.

Jadi wanita dengan skoliosis tetap dapat hamil dan menjalani proses persalinan dengan aman. Oleh karena itu pasien tidak perlu khawatir asalkan telah melakukan persiapan dan kerja sama yang baik dengan tim dokter kebidanan dan skoliosis sejak awal. Siapkan kondisi fisik dengan sebaik-baiknya sebelum kehamilan dengan melakukan senam Schroth, dan jika saat kehamilan Anda mengalami keluhan segera lakukan penanganan yang tepat dengan dokter yang mengerti kondisi skoliosis Anda di Spine Clinic Family Holistic.

WhatsApp us
X