0 Items

Penderita skoliosis terdiri atas berbagai rentang usia sesuai tipe penyebab dan masa perkembangannya. Skoliosis yang muncul sejak masa kehamilan dan pertumbuhan awal bayi dapat digolongkan sebagai skoliosis kongenital dan biasanya disertai gangguan maupun gejala lain misalnya gejala gangguan saraf pada penderita Bell’s Palsy, sindrom Marfan, Down Syndrome dan lainnya. Skoliosis yang terjadi saat usia anak-anak dan tidak disertai gejala lainnya dapat digolongkan sebagai skoliosis idiopatik atau skoliosis yang tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis juga dapat diakibatkan oleh proses penuaan karena faktor usia yang menyebabkan degenerasi sel tulang hingga meenyebabkan permukaan tulang yang tidak rata misalnya akibat fraktur hingga membuat tulang menjadi tidak lurus atau skoliosis.

Perbedaan usia kejadian dan perbedaan penyebab skoliosis tentunya menyebabkan perbedaan cara penanganan masing-masing. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan bentuk, ukuran, dan kepadatan tulang pada tiap tahapan usia penderita skoliosis. Pada awal perkembangan janin manusia, kerangka seluruhnya terbuat dari tulang rawan yang secara bertahap menjadi tulang keras melalui proses osifikasi. Walaupun tampak keras seperti batu, tulang merupakan jaringan hidup yang terdiri dari susunan komponen protein, kalsium dan fosfor.

Tulang selalu mengalami proses remodelling dimana proses ini membuat tulang dapat bersifat membangun stukturnya atau sebaliknya melakukan proses penguraian. Sekitar periode pubertas kira-kira selama 2 tahun, 95 persen kepadatan tulang diusia dewasa dapat dibentuk pada masa ini. Pada masa ini kondisi tulang juga lentur sehingga mudah untuk dibentuk selama proses koreksi skoliosis. Puncak masa kepadatan tulang terjadi pada dekade ketiga dan mulai melakukan penguraian sejak usia 40 tahun dan akan lebih cepat mengurai sejak usia 50 tahun.

Koreksi skoliosis dapat ditempuh melalui beberapa cara diantaranya melalui latihan senam misalnya latihan Schroth, tindakan operasi maupun dengan menggunakan brace GBW. Penggunaaan brace GBW telah dikenal secara luas dan memiliki beberapa petunjuk bukti klinis akan manfaat dan efektifitasnya mengkoreksi kurva skoliosis diberbagai usia.

Penelitian uji kohort yang melibatkan 55 orang berusia 12-14 tahun yang memiliki kurva skoliosis lebih dari 40 derajat dan diterapi menggunakan GBW selama kurang lebih 2 hingga 3 tahun, menunjukkan hasil bahwa secara signifikan brace GBW mampu mengkoreksi kurva tersebut.

Latihan Schroth

Sebuah laporan kasus yang dimuat dalam sebuah artikel menjelaskan tentang seorang pasien wanita usia 37 tahun yang telah mengalami nyeri punggung lama sejak usia 22 tahun mengalami perbaikan keluhan setelah menggunakan brace GBW selama kurang lebih 18 bulan lamanya disertai latihan Schroth . Dilansir pada sebuah web tentaang kisah seorang ibu yang
memiliki seorang balita usia 3 tahun dan sedang mengalami skoliosis dengan kurva 60 derajat menghadapi pilihan yang berat yaitu harus menjalani operasi bagi putrinya yang masih sangat kecil. Pilihan yang berat itu terjawab setelah ia memutuskan menggunakan brace GBW dengan harapan bahwa apabila derajat kurva skoliosis putrinya menjadi dibawah 30 derajat maka akan terhindar dari kemungkinan operasi.

https://www.youtube.com/watch?v=Z4K154H8700&t=119s

WhatsApp us
X