0 Items

Target utama pengobatan dengan latihan spesifik pada pasien skoliosis idiopatik adalah otot. Skoliosis menyebabkan rotasi pada tulang belakang yang mengganggu keseimbangan otot antara sisi kiri dan kanan, yang dalam jangka panjang dapat menambah kecenderungan bertambahnya rotasi itu sendiri.

Latihan secara asimetris pada terapi Schroth bertujuan untuk melatih sisi otot yang lemah dan mengembalikan refleks postural alami tubuh, yang diharapkan dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Postural yang terkoreksi ini disokong oleh ‘rotational breathing’, yaitu pola bernafas yang diajarkan untuk mengkoreksi area dada pada skoliosis yang mencekung agar lebih mengembang, sedangkan pengembangan bagian dada di sisi konveks ditahan oleh kontraksi otot-otot yang bersangkutan. Cara pernafasan ini dapat meningkatkan mobilisasi iga dan secara signifikan memperbaiki kapasitas vital paru.

Latihan Schroth merupakan metode terapi fisik paling efektif untuk skoliosis saat ini. Pada studi didapatkan bahwa latihan Schroth paling efektif pada pasien dengan kurva antara 10-30 derajat. Pasien harus berlatih selama setidaknya 1 bulan untuk merasakan efek perbaikan ini. Selain memperbaiki deformitas struktural, pengaruh terbesar latihan Schroth juga dirasakan pada kekuatan otot core dan mengurangi nyeri. Pada suatu penelitian yang membandingkan pasien Schroth dan pasien non Schroth terlihat secara signifikan latihan Schroth mengurangi perburukan kurva. Pada skoliosis ringan, perbaikan kurva lebih dari 5° pada 44% pasien, dan hanya 11% yang mengalami pertambahan derajat. Sedangkan pada grup kontrol, 23% mengalami perburukan dan hanya kurang dari 10% yang mengalami perbaikan.

Efek latihan postural Schroth pada otot dapat dilihat secara objektif dengan menggunakan alat electromyography (EMG). Elektroda dipasang pada kedua sisi otot tulang belakang di bagian punggung dan pinggang untuk mengukur aktivitas listrik otot. Hasil EMG menunjukkan aktivitas otot lebih tinggi pada sisi cembung kurva skoliosis. Setelah latihan Schroth secara intensif, aktivitas ini terdeteksi menurun; bagian punggung berkurang sebesar 11,99% dan bagian pinggang berkurang 7,91%. Hal ini menunjukkan secara objektif perbaikan secara postural pada pasien skoliosis.

Jika diteliti, komposisi serat otot juga terlihat berbeda antara di sisi cembung dan cekung kurva skoliosis. Pada sisi cembung kurva, tipe otot yang dominan adalah tipe 1 dimana lebih banyak perdarahan kapiler. Sedangkan di sisi cekung lebih banyak tipe 2 sehingga perdarahan kapilernya lebih sedikit. Hal ini terjadi sebagai mekanisme adaptasi karena otot-otot pada sisi cembung lebih terlibat dalam proses gerak.Kontraksi otot dapat dibuat lebih efisien dengan metode latihan yang sesuai, dan hal ini dapat terukur dengan melihat aktivitas otot saat bekerja melalui EMG. Dengan latihan Schroth maka keseimbangan otot akan lebih seimbang, sehingga pada sisi cembung kurva otot semakin lama dapat melakukan aktivitas beban lebih besar dengan jumlah unit motor teraktivasi yang lebih sedikit. Oleh karena itu latihan Schroth sangat bermanfaat mengkoreksi postural, mengurangi nyeri, dan mengembalikan keseimbangan aktivitas otot.

WhatsApp us
X